The Noble Quran
The Noble Quran
Search in the Quran
Surah (Chapter) number   Ayat (verse) No 
Browse Surah (Chapter)   
Surah (Chapter) Name: Al Fat-h  Total Ayats (Verses): 29  Displaying: 1-10 
Select Pages: 1  2 3   
In the name of Allah, Most Gracious, Most Merciful
إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا Listen to this ayat (verse)
'Innā Fataĥnā Laka Fatĥāan Mubīnāan
48.1. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata [1394],

[1394] Menurut pendapat sebagian ahli Tafsir yang dimaksud dengan kemenangan itu ialah kemenangan penaklukan Mekah, dan ada yang mengatakan penaklukan negeri Rum dan ada pula yang mengatakan Perdamaian Hudaibiyah. Tetapi kebanyakan ahli Tafsir berpendapat bahwa yang dimaksud di sini ialah Perdamaian Hudaibiyah.
 
لِيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ وَيَهْدِيَكَ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا Listen to this ayat (verse)
Liyaghfira Laka Allāhu Mā Taqaddama Min Dhanbika Wa Mā Ta'akhkhara Wa Yutimma Ni`matahu `Alayka Wa Yahdiyaka Şirāţāan Mustaqīmāan
48.2. supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan ni'mat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus,
 
وَيَنْصُرَكَ اللَّهُ نَصْرًا عَزِيزًا Listen to this ayat (verse)
Wa Yanşuraka Allāhu Naşrāan `Azīzāan
48.3. dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak).
 
هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ ۗ وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا Listen to this ayat (verse)
Huwa Al-Ladhī 'Anzala As-Sakīnata Fī Qulūbi Al-Mu'uminīna Liyazdādū 'Īmānāan Ma`a 'Īmānihim Wa Lillahi Junūdu As-Samāwāti Wa Al-'Arđi Wa Kāna Allāhu `Alīmāan Ĥakīmāan
48.4. Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mu'min supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi [1395] dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,

[1395] Yang dimaksud dengan tentara langit dan bumi ialah penolong yang dijadikan Allah untuk orang-orang mu'min seperti malaikat-malaikat, binatang-binatang, angin taufan dan sebagainya,
 
لِيُدْخِلَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَيُكَفِّرَ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ ۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عِنْدَ اللَّهِ فَوْزًا عَظِيمًا Listen to this ayat (verse)
Liyudkhila Al-Mu'uminīna Wa Al-Mu'umināti Jannātin Tajrī Min Taĥtihā Al-'Anhāru Khālidīna Fīhā Wa Yukaffira `Anhum Sayyi'ātihim Wa Kāna Dhālika `Inda Allāhi Fawzāan `Ažīmāan
48.5. supaya Dia memasukkan orang-orang mu'min laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dan supaya Dia menutupi kesalahan-kesalahan mereka. Dan yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar di sisi Allah,
 
وَيُعَذِّبَ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِ الظَّانِّينَ بِاللَّهِ ظَنَّ السَّوْءِ ۚ عَلَيْهِمْ دَائِرَةُ السَّوْءِ ۖ وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَلَعَنَهُمْ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَهَنَّمَ ۖ وَسَاءَتْ مَصِيرًا Listen to this ayat (verse)
Wa Yu`adhdhiba Al-Munāfiqīna Wa Al-Munāfiqāti Wa Al-Mushrikīna Wa Al-Mushrikāti Až-Žānnīna Billāhi Žanna As-Saw'i `Alayhim Dā'iratu As-Saw'i Wa Ghađiba Allāhu `Alayhim Wa La`anahum Wa 'A`adda Lahum Jahannama Wa Sā'at Maşīrāan
48.6. dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Allah memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahannam. Dan (neraka Jahannam) itulah sejahat-jahat tempat kembali.
 
وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا Listen to this ayat (verse)
Wa Lillahi Junūdu As-Samāwāti Wa Al-'Arđi Wa Kāna Allāhu `Azīzāan Ĥakīmāan
48.7. Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi [1396]. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

[1396] Lihat not 1395.
 
إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا Listen to this ayat (verse)
'Innā 'Arsalnāka Shāhidāan Wa Mubashshirāan Wa Nadhīrāan
48.8. Sesungguhnya Kami mengutus kamu sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan,
 
لِتُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُعَزِّرُوهُ وَتُوَقِّرُوهُ وَتُسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا Listen to this ayat (verse)
Litu'uminū Billāhi Wa Rasūlihi Wa Tu`azzirūhu Wa Tuwaqqirūhu Wa Tusabbiĥūhu Bukratan Wa 'Aşīlāan
48.9. supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan (agama)Nya, membesarkan-Nya. Dan bertasbih kepada-Nya di waktu pagi dan petang.
 
إِنَّ الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللَّهَ يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ ۚ فَمَنْ نَكَثَ فَإِنَّمَا يَنْكُثُ عَلَىٰ نَفْسِهِ ۖ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِمَا عَاهَدَ عَلَيْهُ اللَّهَ فَسَيُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا Listen to this ayat (verse)
'Inna Al-Ladhīna Yubāyi`ūnaka 'Innamā Yubāyi`ūna Allāha Yadu Allāhi Fawqa 'Aydīhim Faman Nakatha Fa'innamā Yankuthu `Alaá Nafsihi Wa Man 'Awfaá Bimā `Āhada `Alayhu Allāha Fasayu'utīhi 'Ajrāan `Ažīmāan
48.10. Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah [1397]. Tangan Allah di atas tangan mereka [1398], maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar.

[1397] Pada bulan Dzulkaedah tahun keenam Hijriyyah Nabi Muhammad s.a.w. beserta pengikut-pengikutnya hendak mengunjungi Mekkah untuk melakukan 'umrah dan melihat keluarga-keluarga mereka yang telah lama ditinggalkan. Sesampai di Hudaibiyah beliau berhenti dan mengutus Utsman bin Affan lebih dahulu ke Mekah untuk menyampaikan maksud kedatangan beliau dan kamu muslimin. Mereka menanti-nanti kembalinya Utsman, tetapi tidak juga datang karena Utsman ditahan oleh kaum musyrikin kemudian tersiar lagi kabar bahwa Utsman telah dibunuh. Karena itu Nabi menganjurkan agar kamu muslimin melakukan bai'ah (janji setia) kepada beliau. Merekapun mengadakan janji setia kepada Nabi dan mereka akan memerangi kamu Quraisy bersama Nabi sampai kemenangan tercapai. Perjanjian setia ini telah diridhai Allah sebagaimana tersebut dalam ayat 18 surat ini, karena itu disebut "Bai'atur Ridwan". Bai'atur Ridwan ini menggetarkan kaum musyrikin, sehingga mereka melepaskan Utsman dan mengirim utusan untuk mengadakan perjanjian damai dengan kaum muslimin. Perjanjian ini terkenal dengan "Shulhul Hudaibiyah".

[1398] Orang yang berjanji setia biasanya berjabatan tangan. Caranya berjanji setia dengan Rasul ialah meletakkan tangan Rasul di atas tangan orang yang berjanji itu. Jadi maksud tangan Allah di atas mereka ialah untuk menyatakan bahwa berjanji dengan Rasulullah sama dengan berjanji dengan Allah. Jadi seakan-akan Allah di atas tangan orang-orang yang berjanji itu. Hendaklah diperhatikan bahwa Allah Maha Suci dari segala sifat-sifat yang menyerupai makhluknya.